
Kali ini kita bahas soal GHB/GBL. Penting banget buat tau info ini, soalnya zat ini cukup berbahaya.
Apa itu GHB?
GHB (gamma hydroxybutyrate) itu termasuk jenis depresan, artinya dia memperlambat kerja sistem saraf pusat. Efeknya bisa bikin orang ngerasa rileks banget.
Terus, apa bedanya sama GBL?
GBL (gamma-butyrolactone) itu ibaratnya “bahan baku” untuk bikin GHB. Jadi, pas GBL masuk ke tubuh kita, dia bakal diubah jadi GHB dan baru deh kerasa efeknya.
Ciri-ciri GHB:
Nama Lain GHB/GBL:
GHB/GBL punya beberapa nama lain di kalangan pengguna, yang paling sering didenger itu Gina dan yang paling serem rape drug (obat pemerkosa). Kenapa disebut gitu? Karena efeknya yang bikin orang jadi nggak sadar dan gampang dimanfaatin.
Kenapa GHB/GBL Berbahaya?
Yang namanya persetujuan seksual itu intinya kita punya hak penuh buat mutusin mau ikutan atau nggak dalam aktivitas seksual. Persetujuan ini harus diomongin dan disepakati dengan jelas sebelum mulai aktivitas yang melibatkan seks, dan yang penting, kita punya hak buat berubah pikiran kapan aja.
Nah, masalahnya, narkoba atau zat-zat lain bisa bikin kita susah mikir jernih dan susah ngambil keputusan yang bener. Makanya, sebelum ikutan hi-fun (atau sebelum ngajak orang ikutan hi-fun bareng kamu), penting banget buat semua yang terlibat untuk ngebahas batasan-batasan soal aktivitas seksual. Terutama, apa aja yang boleh dan nggak boleh dilakuin pas lagi berhubungan seks.
Inget baik-baik ya, seks tanpa persetujuan dari orang lain itu namanya PEMERKOSAAN, dan pemerkosaan serta kekerasan seksual itu KRIMINAL!
Bingung gimana cara ngomong ke pasangan? Coba dengerin lagunya Milli sebelum hi-fun. Mungkin bisa kasih ide.
Dan buat kamu yang ngadain hi-fun, kamu punya tanggung jawab buat mastiin nggak ada satu pun yang dipaksa ikutan tanpa persetujuan mereka.
Intinya:
Dengan memahami dan menghormati persetujuan seksual, kita bisa bikin suasana yang aman dan nyaman buat semua orang. Jauhi narkoba dan utamakan komunikasi yang baik, guys!”
GBL itu ibaratnya “bahan mentah” atau pro-drug dari GHB. Maksudnya, pas GBL masuk ke tubuh, dia baru diubah jadi GHB dan menimbulkan efek.
Nah, penting banget nih dilurusin, banyak yang salah paham dan nyebut GHB/GBL sebagai “ekstasi cair” atau liquid ecstasy. Ini salah besar!
GHB/GBL nggak punya kandungan kimia yang sama dengan narkoba kayak ekstasi, sabu (crystal meth), atau LSD. Beda banget, deh, kandungan kimianya.
Memang, sebagian orang mungkin ngerasain efek yang mirip-mirip ekstasi setelah pakai GHB/GBL. Nah, karena kemiripan efek inilah banyak yang salah kaprah nyebutnya “ekstasi cair”. Padahal, itu cuma trik marketing dari penjual biar laku aja.
Intinya:
Kenapa ini penting dilurusin?
Biar kita nggak salah informasi dan nggak salah memperlakukan zat-zat ini. Soalnya, efek dan bahaya GHB/GBL beda dengan ekstasi. Jadi, penanganannya juga beda. Jangan sampe salah paham dan malah membahayakan diri sendiri.
Kesimpulannya:
Jangan ketipu sama sebutan “ekstasi cair”. GHB/GBL itu zat yang beda dan punya risiko sendiri. Cari informasi yang bener dan jangan asal percaya sama omongan orang.”
Biasanya ‘G’ (maksudnya GHB/GBL) itu dikonsumsi dengan cara diminum, bisa dicampur sama air putih atau minuman lainnya.
Nah, yang bahaya, pengguna biasanya nakar sendiri dosis GHB/GBL-nya. Padahal, nggak ada yang namanya dosis aman buat zat ini. Mereka nyampur sendiri ‘G’ dengan air atau minuman lain sesuai perkiraan mereka.
Kenapa ini bahaya banget?
“Bro/Sis/Guys, dengerin baik-baik ya, ini penting banget. Nggak ada yang namanya dosis aman buat narkoba atau zat adiktif. Semua zat itu punya risiko, jadi kita harus selalu super hati-hati kalo mau makai.
Khusus buat “G-drugs” (maksudnya GHB/GBL), efeknya kerasa hampir seketika kalo disuntik langsung ke pembuluh darah. Efek “G-drugs” ke tiap orang bisa beda-beda, tergantung beberapa faktor, di antaranya:
Kenapa info ini penting?
Khusus buat Ganja Sintetis:
Ganja sintetis itu zat yang relatif baru, jadi informasi soal efek jangka pendek dan jangka panjangnya masih terbatas. Ini bikin risikonya makin susah diprediksi. Jadi, sebaiknya hindari juga penggunaan ganja sintetis.
Efek obat ini biasanya mulai kerasa dalam waktu 15-20 menit setelah dikonsumsi, dan bisa bertahan sekitar 3-4 jam, tergantung seberapa kuat obatnya dan berapa banyak yang dipake.
Nah, beberapa efek yang mungkin dirasain, di antaranya:
Penting buat diingat:
Soal efek jangka panjang GA (mungkin maksudnya GHB/GBL), informasinya masih minim banget. Soalnya, bahan kimia yang dipake buat bikin GA itu beda-beda banget, tergantung tempat pembuatannya. Jadi, susah buat diteliti efek jangka panjangnya secara pasti.
Yang pasti dan harus banget kalian tau sekarang adalah GA itu gampang banget bikin overdosis. Kenapa? Soalnya, dosis yang bikin ‘nge-fly’ sama dosis yang bisa bikin tewas itu bedanya tipis banget. Saking tipisnya, susah banget buat dibedain. Ibaratnya, selisihnya kayak antara minum setetes air sama satu botol.
Kenapa ini bahaya banget?
Info soal GA ini serius banget. GA itu bisa mengancam nyawa karena kerjanya bikin badan rileks dan nekan refleks batuk. Nah, kalo sampe muntah, makanan bisa nyangkut di saluran pernapasan dan bikin sesak napas sampe meninggal.
Yang perlu diinget, overdosis GA itu gampang banget. Beda antara dosis yang bikin ‘nge-fly’ sama dosis yang bikin masuk rumah sakit itu tipis banget. Bahkan, dosis dan efeknya bisa beda-beda tiap orang dan tiap waktu. Dosis yang aman minggu lalu, bisa aja fatal minggu ini.
Kalo tetep nekat makai (walaupun sangat tidak disarankan), ini beberapa tips biar sedikit lebih aman (tapi tetep aja berisiko):
Tips Tambahan Biar Lebih Aman (Walaupun Tetap Berisiko):
‘G’ itu dijual dalam botol dengan ukuran yang beda-beda, dari 0,5 sampai 3 gram. Perbedaan ukuran ini bikin susah banget nentuin berapa banyak yang udah diminum.
Masalahnya, beda antara dosis yang bikin ‘nagih’ sama dosis yang bikin masuk rumah sakit itu tipis banget. Ada beberapa laporan kematian terkait penggunaan ‘G’, meskipun masih diperdebatkan apakah ‘G’ sendiri bisa menyebabkan kematian. Kebanyakan kasus fatal terjadi kalo ‘G’ dicampur sama alkohol atau narkoba lain.
Yang penting diinget, overdosis ‘G’ itu sering banget terjadi, jadi batasi penggunaan sesuai berat badanmu dan selalu periksa berapa banyak ‘G’ yang udah kamu konsumsi.
Kalo Kamu atau Temanmu Ngerasa Ada Gejala Aneh, Langsung Telepon Ambulans!
Jangan tunda-tunda, ya!
Nomor Darurat:
Tentang Mabuk Berlebihan (Bukan Hanya G):
Ada perbedaan tipis antara minum sampai agak mabuk sama mabuk yang berbahaya banget. Kalo kamu terus-terusan minum, duduk, minum lagi, berdiri, minum lagi, pingsan, bangun, terus minum lagi, kamu dalam bahaya besar. Coba deh minum segelas air putih dan periksakan diri ke dokter.
Nomor Darurat (Diulang Lagi Biar Ingat):
Kalo kamu pake G-drugs (mungkin maksudnya GHB/GBL atau sabu/metamfetamin) barengan sama seks, kamu mungkin ngerasa jadi lebih “berani” dan ngelakuin hal-hal yang nggak pernah kamu bayangin sebelumnya pas lagi sadar, atau bahkan hal-hal yang sebenernya nggak kamu pengen lakuin.
Contohnya, si Botita. Pas lagi nggak pake narkoba, Botita tau batasan dirinya dan seberapa lama dia bisa berhubungan seks. Tapi pas pake sabu, Botita bisa kehilangan kendali, lupa waktu, dan akhirnya berhubungan seks berjam-jam lebih lama dari biasanya. Ini bahaya banget, bisa bikin Botita luka di anus, berdarah, dan bahkan kena PMS atau HIV.
G-drugs mungkin bikin kamu ngerasa lebih deket sama pasangan seks kamu, tapi itu cuma perasaan semu. Buat banyak orang yang rutin pake G-drugs pas seks, susah banget rasanya buat berhubungan seks normal tanpa narkoba. Mereka jadi kecanduan sensasi high saat seks, atau kecanduan seks saat lagi high. Mereka nggak cuma “kecanduan seks” atau “kecanduan narkoba” aja, tapi dua-duanya.
Kalo kamu sering high-fan dan nggak pake kondom, mendingan pertimbangkan pake PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) buat mencegah infeksi HIV. Cari info lebih lanjut soal PrEP di [link PrEP]. Dan jangan lupa rutin tes darah dan PMS. Booking tes di [link booking tes].
Beda antara dosis G-drugs yang bikin puas sama dosis yang bikin masuk rumah sakit itu tipis banget. Ada beberapa laporan kematian terkait penggunaan G-drugs, meskipun masih diperdebatkan apakah G-drugs sendiri bisa menyebabkan kematian. Kebanyakan kasus fatal terjadi karena G dicampur alkohol dan narkoba lain. Inget, overdosis G itu gampang banget, jadi batasi dosis sesuai berat badanmu dan perhatikan jumlah G yang udah kamu konsumsi.
Kalo kamu atau temenmu nunjukkin gejala aneh, langsung telepon ambulans!
Nomor Darurat:
Ada perbedaan tipis antara minum biasa sama mabuk yang bahaya banget. Kalo kamu terus-terusan nuang, minum, duduk, minum lagi, berdiri, minum lagi, pingsan, bangun, terus minum lagi, kamu dalam bahaya besar. Coba minum segelas air putih dan periksakan diri ke dokter.
Nomor Darurat (Diulang Biar Ingat):
“Bro/Sis/Guys, dengerin nih soal GHB dan PrEP. Mungkin ada yang mikir, ‘Ah, pake dua-duanya sekaligus aman kali ya?’ Nah, ini yang perlu dilurusin.
Intinya:
Tapi, tetep ada hal penting yang harus diinget:
Kesimpulannya:
Walaupun nggak ada masalah langsung antara GHB dan PrEP, situasi dan risiko yang muncul pas pake dua-duanya itu yang bahaya. Bayangin aja, udah pake pengaman (PrEP) biar nggak kena HIV, eh malah jadi lebih nekat dan kena penyakit lain yang nggak kalah bahaya. Kan sayang banget!
Kalo kamu lagi minum obat Pep yang ada kandungan PI (Protease Inhibitors)-nya, terus kamu pake juga obat ‘G’ (kemungkinan GHB/GBL), bisa terjadi interaksi obat yang bahaya buat kesehatanmu.
Kenapa bisa bahaya?
Soalnya, beberapa kandungan dalam obat Pep dan ‘G’ bisa saling bereaksi dan bikin efek yang nggak diinginkan. Efeknya bisa macem-macem, dan nggak semuanya bagus buat badan.
Jadi, apa yang harus dilakuin?
Tenang aja soal informasi kamu:
Kalo kamu periksa di klinik yang kerja sama dengan testJKT, kamu nggak perlu khawatir buat jujur soal riwayat penggunaan narkoba kamu. Mereka jamin kerahasiaan informasi kamu, jadi kamu bisa konsultasi dengan tenang dan terbuka.
Intinya:
Khusus buat kamu yang hasil tes darahnya positif (HIV positif) dan lagi minum obat antivirus jenis PI (Protease Inhibitor), jangan sekali-kali nyampur dengan obat ‘G’ (kemungkinan GHB/GBL). Ini sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal, bahkan kematian.
Kenapa bisa seberbahaya itu?
Soalnya, kombinasi obat PI dan ‘G’ bisa memperkuat efek ‘G’ di dalam tubuh secara drastis. Efek yang seharusnya biasa aja bisa jadi berlebihan dan membahayakan nyawa.
Buat yang HIV positif dan pake narkoba:
Kalo kamu hidup dengan HIV dan masih pake narkoba, wajib banget konsultasi dan rutin periksa kesehatan ke dokter spesialis. Di klinik yang kerja sama dengan testBKK, kamu nggak perlu takut buat jujur soal riwayat penggunaan narkoba kamu. Mereka jamin kerahasiaan informasimu.
Efek Lain yang Perlu Diperhatikan:
Intinya:
Kalo kecanduan sabu (meth) udah mulai ganggu kesehatan fisik lo, hubungan lo sama keluarga dan temen-temen, kemampuan lo buat kerja atau belajar, bahkan sampe bikin dompet lo jebol, mungkin ini saatnya buat cari bantuan.
Jangan dipendem sendiri, ya! Ada banyak banget pilihan perawatan dan organisasi yang bisa bantu lo dan orang-orang di sekitar lo. Entah tujuan lo cuma mau ngontrol, ngurangin, atau berhenti total dari narkoba, selalu ada orang yang siap bantu lo.
Kenapa penting banget buat cari bantuan?
Kecanduan itu bukan aib, dan ngelawan kecanduan sendirian itu susah banget. Dengan cari bantuan, lo bisa dapet:
Apa aja sih pilihan bantuannya?
Kalo lo khawatir soal kecanduan narkoba atau punya masalah kesehatan mental yang ada hubungannya sama penggunaan zat, jangan dipendem sendiri! Mendingan ngobrol sama ahlinya. Entah lo mau telepon buat konseling psikologis, lagi ada pikiran bunuh diri, lagi stres berat, atau cuma mau cari info tentang layanan kesehatan yang pas buat lo, semuanya gratis dan info lo dijamin rahasia.
Cari Hotline buat Info dan Saran:
[Link ke Hotline]
Pusat Bantuan (Drop-in Center):
Pusat bantuan ini nyediain layanan yang bisa bantu ngurangin risiko kesehatan terkait penggunaan narkoba, misalnya kayak jarum suntik bersih. Kalo lo punya tujuan buat ngurangin penggunaan narkoba, pusat bantuan ini bisa banget ngebantu. Lo dijamin bakal dapet layanan di tempat yang aman dengan staf yang ramah dan suportif.
Cari Layanan Pengurangan Penggunaan Narkoba:
[Link ke Layanan Pengurangan Penggunaan Narkoba]
Klinik Terapi dan Rehabilitasi:
Kalo lo lagi cari layanan terapi dan rehabilitasi, ada banyak klinik yang bisa bantu lo mencapai tujuan buat ngurangin atau berhenti total dari narkoba. Mereka nyediain layanan rawat inap dan rawat jalan, mulai dari persiapan, detoksifikasi (proses ngilangin racun dari tubuh), rehabilitasi, sampe follow-up (pemantauan setelah rehabilitasi).
Cari Klinik Terapi dan Rehabilitasi:
[Link ke Klinik Terapi dan Rehabilitasi]
Tes Darah dan Penyakit Menular Seksual (PMS):
Tes darah dan PMS rutin, minimal tiap tiga bulan sekali, itu penting banget buat kesehatan lo. Kalo lo dateng ke klinik yang kerja sama dengan testJKT, lo nggak perlu khawatir buat jujur soal riwayat penggunaan narkoba lo. Mereka jamin kerahasiaan info lo. Lo juga bisa booking tes darah duluan biar nggak perlu antri. Tesnya cepet, rahasia, dan anonim (nggak perlu nyebutin nama).
Booking Tes di Klinik yang Kerja Sama dengan testJKT:
[Link ke Booking testBKK]
Kenapa ini penting?
Putus dari GA (kemungkinan GHB/GBL) itu bisa berat banget buat sebagian orang. Gejala putus obatnya bisa muncul dalam 12 jam setelah terakhir makai dan bisa bertahan sampe 15 hari. Gejalanya macem-macem, di antaranya:
Yang paling parah, putus GA secara tiba-tiba (cold turkey) bisa bikin hilang kesadaran, masalah pencernaan (BAB), dan masalah buang air kecil (BAK). Ini bahaya banget dan butuh pertolongan medis segera.
Nah, nggak cuma GA, putus alkohol juga bisa bahaya, terutama buat yang udah lama dan sering minum banyak (pecandu alkohol berat). Gejala putus alkohol biasanya muncul 4-12 jam setelah berhenti minum dan bisa bertahan lebih dari 4-5 hari. Gejalanya antara lain:
Selain gejala-gejala di atas, ada juga gejala umum lain yang mungkin muncul saat putus zat, seperti:
“Guys, info di website testJKT itu sekadar info aja, bukan kayak saran dari dokter beneran. Jadi, kalo lo butuh info spesifik soal heroin, langsung aja konsultasi ke dokter atau tenaga medis, ya.”
edit profile
add clip
add article
add clinic