Hidup Positif

Kalau kamu mendapatkan hasil tes positif HIV, informasi berikut ini akan membantu kamu untuk memahami layanan pengobatan, perawatan dan dukungan yang tersedia untuk kamu.

Pengobatan untuk HIV adalah konsumsi dengan kombinasi obat yang kita sebut terapi antiretroviral (ARV). ARV tidak bersifat menyembuhkan tetapi membantu mengontrol virus HIV di dalam tubuhmu agar kamu dapat hidup sehat dan produktif, dan dapat menurunkan tingkat resiko penularan HIV dari kamu ke orang lain.

ARV merupakan kombinasi beberapa jenis obat HIV yang harus dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan, dan harus diminum setiap hari untuk mencegah HIV berkembang biak dalam tubuhmu. Selama konsumsi ARV, virus HIV di dalam tubuh kamu tidak bisa berkembang biak (atau menjadi menurun sampai ke level yang tidak terdeteksi setelah beberapa waktu) sehinggi tubuhmu lebih kuat untuk terlindungi dari penyakit.

Mengkonsumsi ARV juga berarti kamu melindungi pasangan seksualmu. Semakin sedikit virus yang ada dalam tubuhmu, semakin kecil kemungkinan kamu bisa menularkan HIV kepada orang lain. Oleh karena itu, terapi ARV sangat penting manfaatnya untuk kamu dan untuk orang-orang yang kamu sayangi!

ARV membuat kemungkinan penularan HIV kepada pasanganmu semakin kecil, tapi bukan berarti tidak bisa menularkan. Selain itu, ARV tidak melindungimu dari infeksi tipe virus HIV lainnya (tipe virus HIV di masing-masing orang bisa berbeda), atau dari infeksi penularan seksual lainnya seperti sifilis, gonore atau klamidia yang mengharuskan untuk melakukan perawatan tambahan. Oleh karena itu, meski sudah menjalani terapi ARV, kamu harus tetap melakukan pencegahan seperti menggunakan kondom dan pelicin berbahan dasar air secara konsisten serta melakukan pemeriksaan rutin IMS.

Ada berbagai jenis obat ARV yang biasa digunakan untuk terapi untuk orang dengan HIV. Kombinasi obat ARV yang kamu gunakan bergantung pada kondisi tubuhmu sendiri. Obat yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain. Maka sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai perawatan yang tepat untuk kamu.

Banyak orang yang merasa kuatir dengan efek samping dari terapi ARV. Di masa lalu, beberapa jenis obat ARV dapat menyebabkan efek samping yang serius. Saat ini, efek samping ARV pada umumnya menjadi lebih ringan. Hal ini biasa terjadi kepada pasien yang baru memulai terapi dan mulai terasa efeknya setelah beberapa hari hingga sebulan. Efek samping yang sering terjadi biasanya:

  • Anemia (kurang darah)
  • Diare
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Pegal-pegal dan masalah-masalah saraf
  • Ruam

Jika kamu mengalami efek samping di atas, jangan langsung berhenti meminum obat! Konsultasikan segera kepada doktermu – mungkin saja kombinasi ARV kamu perlu diganti.

Semakin cepat kamu memulai pengobatan setelah terinfeksi HIV, semakin baik untuk kesehatanmu di jangka panjang. Dengan menjalani pengobatan HIV atau terapi ARV artinya kamu juga akan mengurangi resiko menularkan HIV kepada pasanganmu.

Jika kamu sudah memulai terapi ARV, penting buat kamu untuk konsisten meminumnya setiap hari pada waktu yang sama sebagaimana yang direkomendasikan oleh dokter kamu. ARV berfungsi untuk mengendalikan agar jumlah virus HIV tidak semakin banyak di dalam tubuh – jika kamu terus menerus lupa meminumnya, virus tersebut akan memperbanyak dirinya dan dapat menjadi resisten terhadap obat. Artinya obat ARV yang kamu minum tidak lagi dapat menghentikan virus untuk memperbanyak diri. Pada situasi seperti ini, ARV kamu harus diganti dengan jenis yang berbeda.

Jika kamu suatu waktu lupa meminum ARV, jangan panik! Minum sesegera mungkin dosis obat yang terlewat begitu kamu ingat, kecuali kalau dokter/perawat kamu menginformasikan hal sebaliknya. Namun apabila jadwal minum obat kamu berikutnya kurang dari dua jam, dosis obat yang terlupa tadi jangan diminum, lanjutkan saja jadwal rutin minum obat selanjutnya. Jangan menggandakan dosis obat ARV kamu untuk menutupi dosis yang terlewat dari jadwal sebelumnya.

Layanan ARV bisa diakses secara gratis di rumah sakit dan klinik yang telah ditunjuk pemerintah untuk menyediakan layanan ARV.

Tidak ada biaya yang diperlukan untuk mendapatkan obat ARV. Namun tambahan biaya mungkin diperlukan untuk pemeriksaan (misalnya laboratorium, rontgent) yang diperlukan sebelum memulai ARV.

Ingat, kamu tidak harus menjalani semua ini sendirian. Kamu dapat menghubungi satu atau beberapa teman dekatmu sebelum kamu menginformasikan keluargamu. Kamu harus membicarakan soal ini kepada seseorang, karena menghindari status HIV-mu tidak akan membuatmu sembuh. Jika kamu ingin berbicara dengan seseorang, ada banyak kelompok dukungan dan lembaga di Jakarta yang bisa kamu hubungi. Semakin sering kamu berbicara dengan orang lain adalah cara terbaik untuk membantumu dalam perawatan ini.

  • Klinik Ruang Carlo - RS. St.Carolus
    • Alamat:
      Jl. Salemba Raya No. 41, Jakarta 10440.
      Petunjuk
    • Waktu Pelayanan:
      Senin-Jum’at: 08.00-20.00
      Sabtu 08.00-12.00
    • Kontak:
      021-23567927
  • Pokdisus AIDS FKUI, RS Cipto Mangunkusumo
    • Alamat:
      Unit Pelayanan Terpadu HIV Gedung Unit Rawat Jalan Terpadu Lantai 4, RSCM. Jalan Diponegoro No. 71, Jakarta Pusat.
      Telp: (021) 3905250
      Petunjuk
    • Waktu Pelayanan:
      Senin-Jum’at 09.00-11.00
    • Kontak Person:
      Ekki, Iin, Tini (021) 3162788, 3141160, 3904546
      Layanan SMS: 087889223345

Kelompok Dukungan Sesama:

  • Friendly Support
    • Alamat:
      Wisma Griya Kemayoran Blok R 20, Kemayoran, Jakarta Pusat
      Petunjuk
    • Kontak Person:
      Fahmi 085777555305
    • Email:
  • Merah Muda
    • Alamat:
      Rusun Petamburan Blok 1 Lt. 5 No. 14, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat
      Petunjuk
    • Kontak Person:
      Fikran 081281834364
    • Email:
  • Pesona Support
    • Alamat:
      Asem Baris Jl. L, Kebon Baru 2 No. 7, Tebet, Jakarta Selatan
      Petunjuk
    • Kontak Person:
      Wawan 081212755611
    • Email: