ARV Obat Sakti

ARV (Antiretroviral) adalah obat yang harus dikonsumsi setiap hari secara rutin oleh orang yang sudah terinfeksi virus HIV. ARV banyak macamnya, ada yang dikonsumsi secara single (tunggal) per hari dan ada juga jenis lain terdiri dari 2 kapsul dengan dua kombinasi yang diminum dua kali dalam satu hari. Akses ARV di Indonesia gratis, sudah ditanggung oleh dana pemerintah.

Fungsi ARV bukan untuk membunuh virus HIV di dalam tubuh, tetapi menginaktifkan dan menekan virus sehingga tidak berkembang. Ketika Orang Dengan HIV (ODHIV) rutin minum ARV, hasil test bisa menunjukkan virus pada level sangat rendah sampai dengan tidak terdeteksi (undetectable) dalam darah. Kondisinya prima selayaknya manusia sehat secara umum dan pada tahap ini tidak bisa menularkan virus kepada orang lain. Tetapi ketika berhenti konsumsi ARV atau tidak rutin konsumsi ARV, maka virus HIV akan kembali aktif menyerang tubuh.

Saat awal dikonsumsi, ARV sering menimbulkan efek pada tubuh, apalagi jika pasien dalam kondisi sangat lemah. Ketika kondisi tubuh masih sehat dan ada virus HIV, lalu konsumsi ARV, respon tubuh akan sangat baik. Tetapi ketika tubuh sudah drop (sakit), kemudian baru konsumsi ARV, akan jauh lebih sulit untuk pulih. Makanya untuk menghindari hal itu, sangat disarankan setiap orang selalu rutin test HIV saat kondisi tubuh masih sehat.

Ada banyak ODHIV konsumsi ARV bertahun-tahun dan kehidupannya sehat sentosa. Tetapi ada banyak juga ODHIV meninggal karena tidak mau atau tidak rutin konsumsi ARV. Penyebab putus obat banyak sekali, salah satunya karena tidak ada dukungan keluarga.Terinfeksi virus HIV bukan kiamat, ada banyak harapan untuk terus melanjutkan hidup ke depan. Mengetahui status HIV ketika tubuh masih sehat akan jauh lebih baik dibanding ketika tubuh sudah lemah. Ayo segera test HIV di Rumah Sakit, Puskesmas atau di laboratorium klinik secara rutin setidaknya dua kali dalam setahun. Jika hasilnya negatif, puji syukur, jika memang positif segera lakukan therapy ARV.

HIV bukan soal moral. Ini murni soal kesehatan masyarakat. Mau sholeh atau tidak dalam beragama, setiap dari kita berpotensi rawan terinfeksi HIV.

 

edited words from H

FUN. LOVE. TEST. REPEAT.