Be a Hero: Help yourself, Help others

Bulan November kan identik dengan Hari Pahlawan nih, makanya kali ini kita mau bahas seputar pahlawan. Kalo denger kata pahlawan, apa sih hal pertama yang terlintas di pikiran? Tokoh film laga, pahlawan nasional atau orang yang kesusahan? Kata pahlawan biasanya identik dengan menolong, seolah itu adalah satu-satunya tugas mereka di dunia, setuju ga? Nah lalu gimana dong caranya jadi pahlawan di era kekinian? Bisa dengan melakukan hal yang sederhana, misalnya dengan test HIV dan ajak orang lain ikutan test.

Lho, emang itu ngebantu?

Ya iyalah! Sebagaimana prinsip P3K dimana-mana, sebelum nolong orang lain, kita perlu nolong diri sendiri. Nah, dengan kita test HIV itu artinya kita udah menolong orang lain dengan memastikan bahwa kita sadar penuh atas kondisi kesehatan seksual dan reproduksi kita, sehingga kita bisa memastikan ga akan jadi sumber paparan HIV AIDS ke orang terkasih di sekitar kita.

Hm, iya juga sih ya. Trus, kenapa ngajak orang lain tes itu bakalan ngebantu?

Lho, ajak orang lain test jelas lebih membantu lagi selain daripada test untuk diri sendiri. Kenapa? Saat kita ajak orang lain test HIV, otomatis kita jadi ngasih informasi juga seputar HIV AIDS dan pentingnya test kesehatan seksual dan reproduksi. Ga Cuma itu, kita juga ngebantu karena menjadi tempat diskusi buat kerabat kita seputar HIV AIDS. Kan jarang lho orang yang mau terbuka kasih informasi tentang itu padahal informasinya penting banget. Ga berhenti di situ, ngajakin orang untuk test juga ngebantu, apalagi kalo sampe kita ngasih rekomendasi tempat test dan ikut nganterin. Kita bener-bener jadi tempat aman buat kerabat yang kita ajak test itu.

Hoooo, iya juga sih ya. Eh tapi, seberapa pentingnya sih test HIV?

Wah itu sih jelas penting banget. Buat siapapun yang udah pernah berhubungan seksual, apalagi yang seksual aktif, test HIV penting untuk memastikan bahwa kita ga terpapar HIV AIDS. Kalaupun terpapar, kita bisa deteksi secara dini supaya bisa langsung diintervensi secara medis untuk segera mengatasi efeknya, biar ga jadi mengganggu kesehatan tubuh.

Jadi, selain bawa diri buat test, perlu ngajak siapa nih buat test HIV?

Pertanyaan bagus! Sebetulnya semua orang yang udah pernah berhubungan seksual baiknya melakukan test HIV untuk memastikan status kesehatan seksual dan reproduksinya. Tapi akan lebih perlu lagi buat test HIV kalo kamu pernah mengalami atau melakukan salah satu dari beberapa hal ini:

  • Pernah melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan, walau hanya dengan satu orang saja.

  • Pernah melakukan hubungan seks tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi HIV atau kemungkinan telah terinfeksi HIV.

  • Pernah disuntik steroid atau obat-obatan terlarang, atau telah berbagi jarum atau peralatan serupa dengan orang lain saat menggunakan obat terlarang.

  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual, seperti herpes dan hepatitis.

  • Pernah melakukan hubungan seksual dalam pengaruh minuman beralkohol atau obat terlarang.

  • Pernah melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki riwayat penyakit menular seksual, atau dengan seseorang yang riwayat seksualnya tidak diketahui.

Note: infeksi menular seksual atau IMS ga selalu berawal dari paparan melalui hubungan seksual. Dalam beberapa kasus, seseorang memiliki IMS dikarenakan paparan melalui penggunaan WC umum yang tidak bersih atau karena kebiasaannya sendiri yang kurang rajin menjaga kebersihan kelamin dan organ reproduksi.

Nah, gimana, udah cukup jelas kan bahasan tentang cara menjadi pahlawan untuk diri sendiri dan orang lain? Jadi kapan kamu mau test HIV dan siapa yang akan kamu ajak untuk test juga? Sebelum test HIV, ada baiknya ajak teman kamu untuk mengakses myupdatestat.us/testjkt karena disitu bisa menjawab beberapa pertanyaan tentang kesehatan seksual serta melakukan reservasi untuk test HIV di beberapa tempat yang ada di Jakarta.

 

Oleh: NQ