Coming Out Versus Coming In

 

Sobat, kita tentu sering mendengar istilah "coming out", bagi komunitas LGBTIQ+ (lesbian, gay, biseksual, transgender, interseksual, queer, +), yaitu proses ketika individu mulai mengetahui dan menerima orientasi seksualnya.

Yeap, tidak mudah memang untuk melakukan "coming out", karena masifnya stigma yang disematkan pada komunitas LGBTIQ+ yang membuat mereka memilih atau terpaksa menyembunyikan identitas seksual mereka--yang dianalogikan sebagai bersembunyi atau "in closet".

Sobat, sayangnya tentang "coming out" bukanlah tindakan yang cukup dilakukan sekali tapi berulang kali setiap kali bertemu dengan orang baru atau lingkungan baru. Pertanyaannya, haruskah melakukan "coming out" berkali-kali sebagai bukti bahwa kita sudah menerima diri kita, atau bagaimana jika kita melakukan pendekatan yang lain yaitu "coming in".

"Coming in" merujuk kepada undangan--yang berpusat pada pilihan kita--untuk mereka yang kita inginkan memasuki kehidupan kita dan mengetahui jati diri kita sebenarnya. Seperti yang dinyatakan Karamo Brown, seorang selebritas Queer, yang merasa mungkin sudah waktunya untuk memikirkan kembali istilah "coming out." Sebab, bagi Karanamo, "coming out" memberi kuasa kepada orang lain untuk menerima atau menolak kita. Tapi, saat kita mengundang mereka masuk atau "coming in", itu artinya kita yang memiliki kuasa.

Nah sobat, dengan demikian kita memiliki alternatif baru bagi kita yang mungkin masih takut mengungkapkan orientasi seksual kita. Dengan mengundang atau "coming in", sobat memiliki pilihan untuk mengungkapkan diri sobat kepada siapa pun yang sobat perkenankan. Sobat memberi diri pilihan dan kuasa itu kembali, yang tidak dapat diambil orang lain dari kamu.

Ingat ya sobat, jika sobat sedang berada dalam fase untuk memutuskan melakukan "coming out" ataupun "coming in", jangan pernah merasa terburu-buru atau tertekan. Mengundang seseorang ke dalam hidup sobat adalah hal yang sangat berani untuk dilakukan, dan itu sangat pribadi dan berbeda untuk semua orang, tetapi ingat itu adalah pilihan sobat sendiri. Memilih untuk hidup secara terbuka dan apa adanya jelas merupakan perjalanan kehiduan yang layak dilakukan. Setiap pengalaman unik dan harus dijalankan dengan cara yang paling nyaman bagi sobat dan tidak ada satu cara yang mutlak benar.

Last but not least, tetap jaga kesehatan sobat dengan rutin melakukan tes IMS dan HIV dengan mengunjungi tautan myupdatestat.us/bookmytest

Sumber: https://medium.com