HIV AIDS di Indonesia & ASEAN

Ada yang bilang HIV AIDS kian mewabah di Indonesia beberapa tahun belakangan dan jadi ngasih banyak wejangan ke anak muda untuk selalu jaga kesehatan seksual demi terhindar dari HIV AIDS. Tapi ada juga yang bilang HIV AIDS sudah ada dan merebak sejak beberapa dekade lalu dan meyakini bahwa makin kesini, virusnya pun sudah berkembang, sehingga cara pencegahan dan pengobatannya perlu di-update juga. So which one is true? Gimana sih sebetulnya kondisi HIV AIDS di Indonesia?

Di Indonesia, HIV/AIDS pertama kali ditemukan di provinsi Bali pada tahun 1987. Di tahun 2014, HIV/AIDS sudah menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Pola penularan HIV berdasarkan kelompok umur tidak banyak berubah dari tahun 2010 hingga 2014. Infeksi HIV paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif atau 25-49 tahun, diikuti dengan kelompok usia 20-24 tahun. Selain itu, dari tahun 2008-2014, pola penularan HIV pun tidak banyak berubah, yaitu lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. That is why semua kampanye yang bahas HIV AIDS most likely bahas penggunaan kondom untuk mengurangi resiko dalam aktivitas seksual, dengan sasaran utama adalah laki-laki.

Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk dalam Kawasan Asia Pasifik. Kawasan ini menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan infeksi HIV AIDS terbanyak di seluruh dunia dengan total sebanyak 5,2 juta jiwa. Mayoritas infeksi HIV bisa ditemukan di enam negara Asean: Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, Myanmar dan Thailand. Bersama India, Cina, Pakistan dan Papua Nugini, merupakan 10 negara yang jika digabungkan merupakan kontributor terbesar (95% dari semua infeksi HIV baru) di tahun 2016.Lumayan juga ya “ranking” Indonesia atas statusnya?

Program bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk penanganan AIDS (UNAIDS) mencatat terdapat 36,9 juta masyarakat berbagai negara hidup bersama HIV AIDS pada 2017. Dari total yang ada, sebanyak 1,8 juta diantaranya adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Selebihnya adalah orang dewasa, sejumlah 35,1 juta jiwa. Sayangnya, 25 persen diantaranya, sekitar 9,9 juta penderita, diyakini tidak mengetahui bahwa mereka sudah terpapar HIV atau bahkan sudah masuk tahap AIDS. Why? Sangat mungkin ODHA ga tau dirinya berstatus positif karena keengganan untuk periksa status kesehatan seksual dan merasa amat sangat yakin bahwa dirinya bersih sehingga aman dari virus ini. Padahal, semua orang punya peluang yang sama untuk terpapar HIV AIDS, khususnya buat siapapun yang sexually active.

Berdasarkan data dari UNAIDS per tahun 2018, terdapat 630.000 orang terinfeksi HIV di Indonesia, dengan mayoritas populasi tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Papua. Dalam menghadapi situasi ini, sudah disediakan banyak layanan untuk mengobati HIV AIDS. Di tahun 2017, Indonesia telah memiliki 5.124 tempat bagi masyarakat untuk melakukan konseling dan melakukan test HIV. Selain itu, terdapat 641 pusat pengobatan ARV dan 2.344 pusat pelayanan penyakit menular seksual. Indonesia juga makin serius menekan jumlah penyebaran HIV AIDS dengan menyediakan ARV secara gratis di bermacam layanan kesehatan umum seperti Puskesmas dan rumah sakit.

Selain disediakan obat ARV secara cuma-cuma, ODHA di Indonesia juga banyak terbantu dengan adanya banyak layanan VCT keliling yang bahkan sampai tersedia di tempat-tempat nongkrong anak muda. Buat yang belum tau, VCT adalah Voluntary Counseling and Testing atau bisa diartikan sebagai konseling dan test HIV sukarela. Layanan ini bertujuan untuk membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi masyarakat.

Udah  ada banyak banget sarana yang tersedia untuk memudahkan kita memeriksa, mencegah dan menangani HIV AIDS. Tinggal kitanya aja nih yang harus punya kesadaran periksa kesehatan, khususnya kesehatan seksual. Nah, kapan terakhir kali kamu cek status kesehatan?
Update status kesehatan dengan jawab beberapa pertanyaan yang bisa menilai seberapa besar resiko kesehatan seksualmu.
Kunjungi myupdatestat.us/testjkt atau klik link di profile @testjkt. Yuk lah kita maksimalin semua fasilitas yang ada dan lebih rajin menjaga kesehatan seksual demi kondisi tubuh yang maksimal!

 

Oleh:  NQ