HIV, Apakah Menular Semudah Itu?

 

Sobat, kita tentu sering melihat atau mendengar perlakukan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) lantaran ada anggapan bahwa HIV mudah ditularkan. Seperti misalnya, HIV ditularkan melalui berbagi peralatan mandi seperti sabun dan handuk; melalui peralatan makan dan minum seperti piring, gelas, sendok dan garpu; bahkan berbagi dudukan toilet juga dianggap bisa menularkan HIV. Tak jarang HIV juga dianggap bisa ditularkan melalui bergandengan tangan, berpelukan atau berciuman.

Akibatnya fatal, perlakukan diskriminatif pun menjadi makanan ODHIV sehari-hari, mulai dari dijauhi, dikucilkan hingga ditolak bekerja. Padahal, HIV tidak semudah itu ditularkan loh! Ya, HIV ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran tularkan darah dengan caiuran tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, sperma, cairan vagina, atau air susu ibu.

Secara umum ada 4 prinsip penularan HIV, atau yang dikenal dengan akronim ESSE, yakni:

1. Exit. Ini berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi.

2. Survive. Untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh, loh. Ini artinya sobat, virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Sebagai contoh, Untuk peralatan kedokteran yang dipakai dan menyentuh darah pasien positif HIV biasanya direndam dalam larutan klorin 0,5 persen di mana virusnya akan mati.

3. Sufficient. Nah sobat, jumlah virusnya juga harus cukup untuk dapat menginfeksi. Jika virusnya hanya sedikit tidak akan berpengaruh. Itulah mengapa ODHIV dengan viral load yang tidak terdeteksi tidak akan bisa menularkan HIV secara seksual karena jumlahnya sangat sedikit. Dan jangan percaya dengan hoax ada tusuk gigi atau jarum di tempat umum yang mengandung darah ODHIV, sebab selain jumlah virusnya sangat sedikit, virusnya pun sudah mati.

4. Enter. Dalam hal ini, virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui aliran darah. Bisa melalui hubungan seksual anal maupun vaginal, pertukaran darah antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, serta alat tusuk seperti jarum suntuk yang tidak steril yang menembus kulit.

Tapi jika sobat ingin mencari tahu apakah sobat terinfeksi HIV atau tidak, sobat bisa melakukan tes HIV dengan mengunjungi

myupdatestat.us/bookmytest

Sumber: https://caro.doh.gov.ph