HIV dan AIDS di negara - negara ASEAN

 

Ada sekitar 60 persen dari penduduk dunia yang tinggal di negara-negara Asia-Pasifik, yang artinya ada banyak orang dengan HIV (ODHIV) yang juga hidup di wilayah ini ketimbang di wilayah lainnya termasuk di sub-Sahara Afrika---berdasarkan artikel yang dimuat di situs Amfar. Karena Indonesia berada di wilayah Asia-Pasifik, ini artinya negara kita rentan terhadap infeksi HIV loh, guys!

UNAIDS melaporkan bahwa pada tahun 2017, diperkirakan ada 280.000 kasus infeksi HIV baru di Asia-Pasifik, sehingga jumlah total yang hidup dengan HIV dan AIDS di kawasan ini menjadi 5,2 juta jiwa. Juga pada tahun 2017, sekitar 170.000 orang meninggal akibat penyakit yang terkait dengan AIDS. Lalu, bagaimana dengan di Indonesia?

Indonesia, yang merupakan negara terpadat keempat di dunia, memiliki 49.000 infeksi baru pada tahun 2017. Kabar baiknya, jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan 2010 di mana jumlah infeksi baru mencapai 61.000. Menurut UNAIDS, pada tahun 2017, hanya 42% ODHIV yang mengetahui status mereka. Dan hanya 14% dari 630.000 ODHIV yang melakukan terapi antiretroviral (ARV). 

Sayangnya, telah terjadi peningkatan infeksi baru di antara anak-anak yakni mencapai 3.100 pada tahun 2017, dibandingkan dengan 2.700 kasus pada 2010. Kenapa bisa demikian? Ini karena ada peningkatan dalam tingkat wanita hamil yang terinfeksi HIV. Kisah sedih lainnya, pada 2017, kematian yang terkait AIDS meningkat dari 23.000 kasus pada 2010 menjadi 39.000 kasus pada 2017. It’s a very sad truth.

Bagaimana dengan negara tetangga? Di Malaysia, dari 83% ODHIV yang telah didiagnosis hanya 45% yang menjalani pengobatan. Berbeda dengan negara kita, kasus infeksi baru di sana meningkat dari 7.200 kasus di 2010 menjadi 7.800 kasus di 2017. Sementara di Thailand, negara dengan sejarah upaya pencegahan yang (paling) berhasil, tercatat ada 440.000 ODHIV pada 2017, turun dari 510.000 ODHIV pada 2010. Dan, antara 2010 dan 2016, ada penurunan 50% dalam kasus infeksi baru. Thailand keren banget, ya?

Selain Thailand, penurunan kasus infeksi baru juga terjadi di Myanmar, di mana pada tahun 2017 ada penurunan 26% yakni dari 15.000 kasus pada 2010 menjadi 11.000 kasus. Di Vietnam, ada penurunan 34% pada kasus infeksi baru antara 2010 dan 2016, dari 17.000 kasus menjadi 11.000 kasus. Sayangnya, di Filipina, pada 2017 terdapat kenaikan 173% kasus infeksi baru, yakni dari 4.400 kasus pada 2010 menjadi 12.000 kasus pada 2017. 

Salah satu upaya untuk mencegah epidemi HIV dan AIDS adalah dengan melakukan test HIV, selain mempertahankan pola hidup sehat. So guys, please feel free to contact us if you’d like to know more about HIV testing in Jakarta!

Dapatkan informasi penyedia tempat layanan test HIV di Jakarta dengan klik myupdatestat.us/testJKT atau klik link di bio Instagram @testJKT.

 

FUN. LOVE. TEST. REPEAT.

 

Oleh: STR