HIV dan diskriminasi di tempat kerja

Kasus pemecatan sepihak karena status pekerja sebagai HIV AIDS (ODHA) masih saja terjadi, meskipun kinerjanya sebagai pekerja relatif baik. Hukuman yang diberikan pada perusahaan yang memecat pun relatif ringan.  Sebetulnya, apa saja yang bisa kita lakukan bila mengalami diskriminasi serupa di tempat kerja? Sejauh mana perusahaan berwenang memberhentikan karyawannya?

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kepmenakertrans) RI nomor 68 tahun 2004, pengusaha dilarang untuk melakukan tes HIV secara wajib dan digunakan untuk persyaratan dalam rekrutmen calon pekerja dan untuk menentukan kelanjutan status hubungan kerja karyawan. Namun begitu, perusahaan tetap boleh melakukan tes HIV kepada para karyawannya dengan catatan:

  1. Bersifat sukarela dan atas persetujuan karyawan yang bersangkutan

  2. Pemilik badan usaha memberikan konseling sebelum dan sesudah tes HIV

  3. Pemilik badan usaha menjamin kerahasiaannya dan tidak boleh membocorkan rahasia tersebut dalam situasi seperti apapun, dan

  4. Tidak boleh digunakan untuk persyaratan rekrutmen dan menghentikan status hubungan kerja karyawan.

Sementara itu, hukuman yang biasa dikenakan pada perusahaan yang memecat secara sepihak juga tidak tegas. Berdasarkan  (UU) No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, hanya memberikan ancaman denda Rp 100.000 bagi perusahaan yang berlaku diskriminatif, yang bisa diganti dengan kurungan selama 3 bulan. Dalam UU terbaru No 13 tahun 2003, sanksinya malah hanya bersifat administratif yaitu teguran.

 

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh ODHA pekerja untuk pelan-pelan mengurangi kemungkinan diskriminasi padanya sebagai ODHA:

  1. Mengungkapkan status HIVnya

Namun begitu, mengungkapkan status HIV adalah hak setiap orang. Setiap orang punya pertimbangannya sendiri tentang situasi tempat kerjanya. Namun begitu, data Aidsmap menunjukkan bahwa orang yang memberi tahu status HIV-nya di tempat kerja pada umumnya mendapatkan tanggapan positif.

  1. Kurangi risiko penularan kepada orang lain

HIV menyebar melalui cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi HIV seperti darah, air mani (yang mengandung sperma), cairan praejakulasi, cairan rektum, cairan vagina, dan ASI. Nah, Anda harus melindungi orang-orang di sekeliling Anda, termasuk teman kerja, dari penyebaran HIV. Sehingga Anda akan lebih bertanggung jawab dan berpikir lagi sebelum melakukan sesuatu. Hal ini dapat membuat orang-orang di sekitar menghargai Anda dan membuat Anda lebih percaya diri di tempat kerja, serta berpikir lebih positif.

  1. Memberikan informasi seputar mitos fakta HIV AIDS

Info yang disampaikan bisa mulai dari hal-hal yang sederhana seperti misalnya penjelasan cara penularan HIV AIDS. Bisa juga dengan menjelaskan mitos yang mengatakan bahwa AIDS bisa tertular hanya dari berjabat tangan atau menggunakan alat makan yang sama.

Pada akhirnya, setiap ODHA perlu kembali fokus pada profesionalisme kerjanya dan meyakini bahwa ia memiliki hak yang sama dengan pekerja lain, sebagai sesama warga negara. ODHA tetap perlu bekerja dan menunjukkan bahwa kualitasnya juga sama baiknya dengan pekerja lainnya.

 

Oleh: NQ