Hubungan dengan pasangan yang HIV-negatif

Hai Gengs, apakah kamu dan pasanganmu sudah pernah tes HIV? Lalu, apakah ada di antara kamu yang hasil tesnya positif sementara pasanganmu negatif?

Menjalani relasi dengan orang yang memiliki status HIV yang berbeda kadang-kadang dianggap akan memunculkan debat tentang seks dan risiko penularan HIV.

Memiliki level HIV yang tidak terdeteksi, terutama jika kamu menggunakan ART, sebetulnya membuatmu memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk menularkan HIV. Dokter seringkali menyatakan bahwa, dalam keadaan yang tepat, memakai ART sama efektifnya dalam mencegah HIV sebagaimana kondom, bila digunakan dengan benar. Karenanya, cara lain yang baik untuk mencegah penularan HIV dan infeksi menular seksual adalah dengan menggunakan kondom.

Gengs, kalau kamu sering melakukan seks berisiko, penting untuk memahami risiko yang mungkin terjadi dan mempertimbangkan dampaknya bagimu dan pasanganmu bila salah satu dari kamu mengidap HIV. Bagi banyak orang, seks adalah bahasan yang sulit dibicarakan bahkan dengan orang yang paling dekat sekalipun. Kamu mungkin ingin mendiskusikan kekhawatiran ini dengan seseorang di klinik HIV yang kamu tahu atau organisasi pendukung dan penyedia layanan. Konseling bersama pasangan juga dapat memberimu kesempatan untuk berbicara tentang situasi sulit dengan pasanganmu melalui bantuan seorang konselor terlatih. Klinik atau organisasi HIV lokal mungkin dapat membantumu untuk itu.

Kalau kamu khawatir bahwa mungkin ada risiko terpapar HIV (mungkin karena kondom rusak atau lepas), tersedia profilaksis pasca paparan (PEP) di klinik atau penyedia layanan HIV terdekat. Buat kamu yang masih belum yakin dengan status HIV-mu, bisa jawab beberapa pertanyaan dengan klik tautan ini http://myupdatestat.us/testjkt

Oleh: NQ