Kanker Anus & HIV

Kanker anus adalah salah satu jenis penyakit kanker di mana sel-sel kanker muncul di dalam atau di luar anus. Menurut para ahli, seperti yang dikutip dari situs aidsmap, sebagian besar kasus kanker anus terkait dengan human papillomavirus (HPV). Infeksi umumnya tertular melalui berhubungan seks.

That’s why people we urge you to always use condom and do some test!

HPV sendiri bukan virus tunggal, loh! Ada sekitar 150 jenis HPV yang memiliki efek berbeda. Beberapa jenis HPV tampaknya tidak membahayakan, jenis lainnya menyebabkan kutil pada anus dan genital, sementara yang lain dapat menyebabkan kanker anus dan kanker serviks. HPV16 dan HPV18 adalah jenis yang paling mungkin menyebabkan kanker.

Sebagian besar orang dewasa menderita infeksi HPV, tapi sistem kekebalan tubuh mereka dapat menyingkirkan virus tanpa disadari. Sayangnya, pada orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), tubuh tampaknya kurang mampu menyingkirkan HPV dengan sendirinya.

Sel-sel kanker anus yang tumbuh dan berkembang biak tidak dapat dikendalikan, dan mereka dapat membentuk massa (tumor) dan menyerang jaringan di sekitarnya. Itulah kenapa kanker anus bisa mengancam jiwa.

So how could we avoid that?

Kamu dapat mengurangi risiko HPV dan kanker dengan mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi HPV dapat mencegah beberapa kanker (termasuk kanker anus dan leher rahim) dan juga kutil di bagian anus dan kelamin.

Semakin muda kamu mendapatkan vaksin HPV, semakin besar pula manfaat yang kamu dapatkan. Ini karena, semakin tua seseorang biasanya ia sudah terpapar beberapa jenis HPV sehingga membuat vaksin kurang efektif. Menggunakan kondom saat berhubungan seks juga dapat membantu mencegah infeksi HPV.

Who is at risk?

Menurut lansiran dari situs aidsmap, kanker anus kerap diderita oleh orang dengan HIV (ODHIV) atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Dan, orang yang sering melakukan seks anal secara reseptif dan berganti-ganti pasangan, lebih mungkin terinfeksi berbagai jenis HPV. Tapi bukan berarti kanker anus tidak dapat berkembang pada orang yang belum pernah melakukan seks anal atau non-ODHIV.

Merokok ternyata juga membuat perubahan sel yang abnormal terjadi lebih cepat, ini berarti berhenti merokok dapat mengurangi risiko kanker anal. Risiko kanker anus juga meningkat seiring bertambahnya usia. So you better take your vaccine right away!

Perempuan yang memiliki gejala kanker leher rahim, juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker anus dibandingkan wanita lain. Ini karena HPV dapat menyebar di antara vagina dan anus.

Kanker Anus Pada ODHIV

ODHIV memiliki risiko yang jauh lebih besar untuk menderita kanker anus dibandingkan orang lain. Tampaknya efek HIV pada sistem kekebalan mengurangi kemampuan tubuh untuk mengendalikan infeksi HPV. Melakukan terapi Antiretroviral (ARV) dan mempertahankan jumlah CD4 yang tinggi dapat membantu melindungi ODHIV dari kanker anus.

Jika kamu didiagnosis dengan kanker anus dan belum pernah melakukan test HIV, maka kamu juga disarankan untuk melakukan test HIV karena penderita kanker anus seringkali tidak sadar bahwa ia juga terinfeksi HIV.

Kanker anus dapat menyebabkan gejala di daerah dubur seperti pendarahan, nyeri, rasa tidak nyaman, gatal, benjolan kecil atau borok di dalam anus dubur. Gejala serupa juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan umum seperti wasir. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk mengunjungi dokter spesialis kelamin, ya!

Untuk pengobatan kanker anus, biasanya pengobatan yang disarankan adalah kemoradioterapi, kombinasi kemoterapi dan radioterapi selama periode lima minggu. Kemoterapi menggunakan obat kuat untuk menghancurkan sel kanker dan mencegah kanker agar tidak menyebar. Sedangkan Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker, di daerah terlokalisasi saja. Kemoradioterapi biasanya berhasil tetapi terkadang menyebabkan komplikasi jangka panjang. Ini bisa termasuk masalah yang berhubungan dengan kandung kemih, usus, dan fungsi seksual kamu.

Kemoterapi dan radioterapi, keduanya menekan sistem kekebalan tubuh, yang dapat mengakibatkan penurunan jumlah CD4 secara signifikan. Oleh sebab itu, biasanya ODHIV akan diberikan obat untuk mencegah infeksi oportunistik (ini dikenal sebagai profilaksis). Jumlah CD4 ODHIV tersebut bisa jadi akan lebih sering diperiksa setelah pengobatan kanker daripada biasanya.

 

words from STR