When to Get Tested for HIV?

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Tes HIV?

Sebagian besar orang yang merasa punya risiko terinfeksi HIV (termasuk Gue juga) biasanya punya pertanyaan seperti ini:

  • Kapan ya sebaiknya Gue harus tes HIV?
  • Gue baru kemaren habis ML nih sama pasangan Gue, mana ngga pake pengaman lagi. Apa langsung hari ini aja atau entar-entar aja?

Tes HIV kurang akurat kalau Loe lakukan langsung setelah Loe merasa terpapar virusnya (misalnya karena habis seks yang gak pakai pengaman, habis dari nge-orgy di sauna, atau mungkin habis pakai narkoba suntik). Hasil dari tes HIV itu kemungkinan besar akan non-reaktif (terindikasi negatif) kalau virus HIV baru aja masuk (menginfeksi) ke dalam tubuh Loe.

Tes HIV ini prinsip kerjanya adalah mencari antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan HIV. Antibodi HIV ini baru terbentuk di dalam tubuh sekitar 3 minggu sampai dengan 3 bulan setelah Loe terinfeksi. Masa pembentukan antibodi ini biasanya dikenal sebagai "masa jendela" atau "window period".

Kalau Loe lagi berada dalam masa window period ini, Loe tetep akan dapat hasil negatif (non-reaktif), walaupun sebenarnya Loe sudah mulai terinfeksi. Untuk mendapatkan hasil tes yang akurat dan valid, setidaknya Loe harus menunggu kurang lebih 3 bulan buat ikut tes HIV setelah Loe melakukan perilaku yang berisiko tertular/terinfeksi HIV. Makanya, kalau di klinik tes HIV biasanya sebelum tes petugas klinik akan nanya kapan terakhir kali Loe melakukan perilaku berisiko dalam 3 bulan terakhir.

Dan kalau Loe sudah langsung tes begitu Loe merasa terinfeksi dan ternyata hasilnya negatif (non-reaktif), Loe juga haris ngulang tesnya lagi setelah 3 bulan dari Loe tes pertama, untuk meyakinkan hasil tes yang udah Loe dapat pertama kali.

Tetapi, bukan berarti kalau hasil tes Loe non-reaktif, Loe belum bisa menularkan HIV loh ya. Begitu Loe sudah terinfeksi, si virus ini otomatis sudah bisa ditularkan ke orang lain. Jadi, untuk menghindari penularan infeksi, "Loe harus tetap bermain sehat dan aman" even Loe dalam masa window period, atau setiap Loe melakukan hubungan seks. Karena waktu tidak akan pernah bisa diputar, jadi Loe tetep harus bisa jaga diri Loe.

Setelah 3 bulan terlewati, dan setelah tes HIV ulang Loe masih mendapatkan hasil HIV negatif (non-reaktif), berarti Loe tidak terinfeksi HIV. Dengan catatan selama 3 bulan itu Loe tidak ada melakukan perilaku berisiko HIV ya, artinya selalu seks aman dan tidak pakai narkoba suntik dengan jarum yang tidak steril.

Artikel ini diadaptasi dari:

  • spiritia.or.id
  • The Complete HIV Resources (http://www.thebody.com)
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI No 74 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Konseling dan Tes HIV