Keakuratan Test HIV

Jika kamu baru-baru ini melakukan test HIV atau sedang berpikir untuk melakukan test HIV, kamu mungkin khawatir bahwa hasil test kamu bisa saja salah. Walau dengan metode pengujian HIV saat ini, diagnosis yang salah sangat jarang terjadi, tak dipungkiri ada beberapa kasus di mana terjadi kesalahan terhadap hasil test. So what are we going to do about it?

Secara umum, test HIV saat ini sangat akurat. Dan akurasi test HIV itu sendiri tergantung pada beberapa faktor, termasuk:

- Jenis tes yang digunakan;

- Seberapa cepat seseorang diuji setelah terkena HIV;

- Bagaimana tubuh seseorang merespons HIV.

Ketika seseorang pertama kali tertular HIV, virus masih sulit dideteksi. Namun seiring waktu, virus akan lebih mudah untuk didiagnosis dengan test HIV. Semua test HIV memiliki "periode jendela." Ini adalah periode waktu antara ketika seseorang telah terpapar virus, dan ketika test dapat mendeteksi keberadaannya dalam tubuh mereka. Jika seseorang dengan HIV diuji sebelum periode jendela berlalu, hasilnya bisa muncul sebagai “negatif palsu.”

Test HIV lebih akurat jika diambil setelah periode jendela berlalu. Beberapa jenis test memiliki periode jendela yang lebih pendek daripada yang lain. Mereka dapat mendeteksi HIV lebih cepat setelah tubuh terpapar virus.

 

Apa hasi test positif palsu?

Hasil test positif palsu terjadi ketika seseorang yang tidak memiliki HIV menerima hasil positif setelah diuji untuk virus. Ini dapat terjadi jika staf laboratorium salah memberi label atau menangani sampel uji dengan tidak benar. Itu juga bisa terjadi jika seseorang salah mengartikan hasil test. Hidup dengan kondisi medis tertentu juga dapat mengarah pada hasil test positif palsu. Jika hasil tes HIV pertama adalah positif, penyedia layanan kesehatan akan memesan test tindak lanjut. Ini akan membantu mereka belajar jika hasil pertama akurat atau positif palsu.

Apa hasil test negatif palsu?

Hasil negatif palsu terjadi ketika seseorang yang terinfeksi HIV menerima hasil negatif setelah diuji untuk kondisi tersebut. Hasil negatif palsu lebih jarang daripada hasil positif palsu, meskipun keduanya sama-sama jarang terjadi. Hasil negatif palsu dapat terjadi jika seseorang di-test terlalu cepat setelah tertular HIV. Test untuk HIV hanya akurat setelah sejumlah waktu telah berlalu sejak orang tersebut terpapar virus. Periode jendela ini bervariasi dari satu jenis test ke yang lain. Jika seseorang dites untuk HIV dalam waktu tiga bulan setelah terpapar virus dan hasilnya negatif, dokter kamu biasanya akan merekomendasikan untuk melakukan test lagi dalam tiga bulan. Untuk tes antigen/antibodi, test ulang dapat dilakukan lebih cepat, sekitar 45 hari setelah diduga terpapar HIV. Ini akan membantu menentukan apakah hasil test pertama akurat atau negatif palsu.

Beberapa jenis test tersedia untuk test HIV dan setiap jenis test memeriksa tanda-tanda virus yang berbeda. Beberapa jenis test dapat mendeteksi virus lebih cepat dari yang lain.

Test Antibodi

Sebagian besar test HIV adalah test antibodi. Ketika tubuh terpapar virus atau bakteri, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi. Test antibodi HIV dapat mendeteksi antibodi HIV dalam darah atau air liur. Jika seseorang terinfeksi HIV, dibutuhkan waktu bagi tubuh untuk menghasilkan cukup antibodi untuk dideteksi dengan test antibodi. Kebanyakan orang mengembangkan tingkat antibodi yang terdeteksi dalam waktu 3 hingga 12 minggu setelah terinfeksi HIV, tetapi mungkin perlu waktu lebih lama untuk beberapa orang.

Test Antigen/Antibodi HIV

Dikenal sebagai test kombinasi atau test generasi keempat. Jenis test ini dapat mendeteksi protein (atau antigen) dari HIV, serta antibodi untuk HIV. Jika seseorang tertular HIV, virus akan menghasilkan protein yang dikenal sebagai p24 sebelum sistem kekebalan menghasilkan antibodi. Kebanyakan orang mengembangkan tingkat antigen p24 yang dapat dideteksi 13 hingga 42 hari (sekitar 2 hingga 6 minggu) setelah terinfeksi HIV. Bagi sebagian orang, periode jendela mungkin lebih lama.

Test Asam Nukleat (NAT)

Dikenal sebagai tes RNA HIV, dapat mendeteksi materi genetik dari virus dalam darah. Secara umum, NAT dapat mendeteksi virus sebelum test antibodi atau test antigen. Sebagian besar orang memiliki kadar virus yang terdeteksi dalam darah mereka dalam 7 hingga 28 hari setelah terinfeksi HIV.

Please noted this, untuk orang yang menggunakan profilaksis pra-pajanan (PrEP) atau profilaksis pasca pajanan (PEP), obat-obatan ini dapat mengurangi keakuratan NAT. Beri tahu penyedia layanan kesehatan kamu jika kamu menggunakan PrEP atau PEP.

Should I get tested?

Jika kamu memiliki gaya hidup yang beresiko terinfeksi HIV, seperti bergonta-ganti pasangan seksual, kami menyarankan agar kamu melakukan test HIV setidaknya setiap 3 bulan sekali. Dan apabila kamu dinyatakan positif, maka dokter kamu akan membantu menjelaskan pilihan pengobatan untuk HIV. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu meningkatkan harapan umur panjang dan mengurangi kemungkinan potensi komplikasi dari HIV.

Beberapa pilihan tempat penyedia layanan test HIV di Jakarta bisa dilihat melalui myupdatestat.us/testJKT atau link via Instagram @testJKT. Ayo buat janji bertemu dokter secara online dan konsultasikan kesehatan seksualmu.

 

FUN. LOVE. TEST. REPEAT.