Kenapa harus bule, sih?

Pernah ga punya temen yang segitu tergila-gilanya dengan bule? Dunno why, there are some people craving to have a “bule” partner. Saking tergila-gilanya, sampe mereka rela melakukan apa aja demi punya pasangan “bule”: sengaja datang ke party yang banyak didatangi bule, berpenampilan dengan fashion ala-ala bule, googling tipe kepribadian yang disukai bule. Bule, alias orang berkulit putih masih dianggap oleh sebagian orang sebagai orang yang kelas dan tingkat sosialnya lebih tinggi, bahkan sampai dipandang bisa “memperbaiki keturunan”.

I will do anything for you, darling

Akhirnya, saking pengennya “memperbaiki keturunan” dan cari pasangan orang Bule, akhirnya jadilah orang ini jadi Bule chaser dan mau aja melakukan apapun yang diminta. Mulai dari traktir makan dan belanja, nebeng tempat tinggal, sampe melakukan unconsensual sex. Pokoknya demi bisa selalu update status dan posting foto bareng pasangan Bule di media sosial untuk status sosial yang spektakuler. Panjat, panjat, panjat sosial!

Unconsensual sex

What is unconsensual sex? Yaitu segala jenis aktivitas seksual yang tidak disetujui oleh salah satu pihak dan hanya menguntungkan satu pihak saja. Intinya, seks itu harusnya bisa menyenangkan semua pihak yang terlibat. Pengennya enak bareng,kan? Kalo cuma bikin enak satu orang doang, apa bedanya sama masturbasi dong, rite?

So what about unconsensual sex?

Segala jenis kegiatan bersama orang lain yang disertai dengan paksaan, masuk dalam kategori tindakan kekerasan lho. That means, unconsensual sex is sexual violence. Bentuknya bisa sangat bervariasi, mulai dari nolak pake kondom, memaksa melakukan gaya seks yang ga kita sukai atau bikin kita ga nyaman, sampai nyuruh kita melakukan aktivitas seksual dengan orang lain. Selain karena termasuk dalam kekerasan seksual, unconsensual sex juga penting karena bikin kita berpeluang melakukan seks yang ga aman. Padahal, seks berisiko itu membuat kita rentan terpapar infeksi menular seksual termasuk HIV AIDS. Sayangnya, para Bule chaser biasanya udah gelap mata dan cenderung ngikut aja sama permintaan sang Bule demi bisa mendapatkan perhatian lebih dari sang Bule.

Everyone has the same chance to have STD’s

Padahal, Bule yang berkulit putih, kita yang berkulit cokelat dan orang lain yang berkulit hitam itu punya peluang yang sama lho untuk terpapar Infeksi Menular Seksual (IMS). Sama sekali ga ada jaminan bahwa orang dengan warna kulit tertentu lebih besar peluangnya terpapar IMS dibanding orang dengan warna kulit lain. Karenanya, jadi penting untuk kita selalu berani negosiasi dan punya bargaining position dengan siapa pun pasangan seksual kita. Ujung-ujungnya, kalo kita sakit, bakalan kita sendiri yang rugi. Emangnya ada jaminan pasangan seksual kita masih mau sama kita kalau kita terpapar IMS? Jangan Cuma demi update status punya pacar Bule di media sosial, kita jadi meremehkan kesehatan diri sendiri. Eh ya, ngomongin update status, udah pada update status kesehatan seksual, belom?

Silakan visit myupdatestat.us/testjkt atau klik link di bio untuk cek status kesehatan seksual kamu. Ingat, kesehatan itu prioritas!

 

Oleh: NQ