Kucing & Toxoplasma

Do you love kitties? Berapa kucing yang kamu piara sekarang? Hey, hari gini, miara kucing adalah salah satu hobi bagi banyak warga ibukota sebagai salah satu cara melepas stress dari penatnya kerja keras, agree? Kucing jenis apapun pasti erat dengan yang namanya Toxoplasma. Most of you probably have heard about it. Tapi apa sih sebenarnya Toxoplasma itu?

Toxoplasmosis atau infeksi toxoplasma adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasma mempengaruhi saluran pencernaan (termasuk mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus), jantung, saraf, dan kulit. Parasit ini seringkali terdapat pada kotoran kucing atau daging dari hewan yang terpapar oleh kotoran kucing yang belum matang. Manusia biasanya terpapar Toxoplasma karena menelan daging, makanan, atau air yang terinfeksi. Infeksi juga dapat ditularkan melalui transfusi darah yang terkontaminasi, transplantasi organ terpapar, atau dari ibu yang terpapar kepada janin.

Setelah terjadi toxoplasmosis, parasit T. gondii dapat bertahan dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif, sehingga memberi kekebalan seumur hidup terhadap infeksi parasit ini. Namun saat sistem imunitas tubuh melemah karena suatu kondisi atau konsumsi obat tertentu, infeksi T. gondii dapat aktif kembali dan memicu komplikasi yang lebih parah. Infeksi toxoplasma paling berbahaya apabila terkena pada ibu hamil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti yang sedang melakukan kemoterapi, atau terinfeksi HIV/AIDS. Orang yang telah terinfeksi toksoplasmosis hampir tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas secara fisik. Parasit ini hidup bersarang di dalam otak manusia, maka salah satu cara untuk mengkonfirmasi kondisi pasien adalah melalui pemeriksaan imaging pada otak atau yang biasa dikenal dengan pemeriksaan MRI yang biayanya cukup mahal.

Bagi orang dengan HIV/AIDS, toxoplasmosis sering dianggap sebagai Infeksi Oportunistik yang paling berbahaya karena jika tidak ditangani dengan tepat efeknya bisa menyebabkan cacat permanen dan mematikan. Yuk cari tahu lebih banyak tentang Toxoplasma supaya kita-kita yang hobi miara kucing bisa terhindar darinya!

What are the symptoms?

Ciri Toxoplasmosis yang paling marak timbul adalah gejala mirip seperti flu, termasuk demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelenjar getah bening membengkak. Orang sehat yang terpapar toxoplasma biasanya punya daya tahan tubuh kuat sehingga tidak mengalami gejala apapun karena parasit hanya akan “tertidur” dalam tubuh. Namun apabila daya tahan tubuh menurun, kondisi ini akan memicu untuk parasit penyebab toksoplasma “terbangun” dan memulai perkembangan gejala nyata.

Itu kenapa kalau kita sudah lebih dulu memiliki HIV, sedang menjalani kemoterapi, atau baru menjalani transplantasi sebelum terpapar parasit toxoplasma, akan ada kemungkinan untuk mengalami gejala infeksi yang lebih serius akan muncul, termasuk:

  • Sakit kepala

  • Kebingungan

  • Koordinasi motorik yang buruk

  • Gerakan tak terduga pada kaki atau tangan

  • Masalah kerja pada paru-paru dan infeksi umum pada pasien dengan AIDS

  • Penglihatan kabur karena infeksi retina yang berat.

  • Sulit bicara, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing, tampak bingung, kejang, hingga koma, jika toksoplasmosis menyerang otak.

  • Ruam, demam, menggigil, lemas, dan sesak napas, jika toksoplasmosis menyebar ke seluruh tubuh.

 

Am I susceptible to the disease?

That depends. Ada beberapa faktor pemicu di bawah ini dapat mempengaruhi kemungkinan untuk terkena Toksoplasma, yakni:

  • Memiliki HIV/AIDS

  • Sedang melakukan kemoterapi. Kemoterapi melemahkan sistem imun sehingga tubuh rentan terhadap infeksi

  • Sedang menggunakan steroid atau obat-obat immunosuppressive (melemahkan sistem imun)

  • Sedang mengandung

  • Penularan dari Ibu ke bayi pada saat mengandung

 

How to prevent?

Selain perlu menjaga kebersihan dan kesehatan kucing peliharaan kita secara rutin, ada beberapa cara lainnya yang juga perlu dilakukan untuk mencegah kita terpapar Toxoplasma, antara lain:

  • Memasak semua daging hingga benar-benar matang (pembekuan daging selama beberapa hari juga dapat mengurangi kemungkinan menelan Toksoplasma)

  • Hati-hati mencuci tangan dan peralatan setelah memegang daging mentah

  • Cuci buah dan sayuran sebelum dimakan

  • Jangan minum susu yang tidak dipasteurisasi atau minum air yang tidak disaring dengan baik

  • Jika memelihara kucing, berikan makan yang dapat dibeli secara komersial seperti produk-produk makanan kucing atau makanan yang matang

  • Jika ingin merawat kucing, pastikan mendapatkan vaksinasi Toxoplasmosis

  • Gunakan sarung tangan saat berkebun atau memegang tanah

  • Cucilah tangan sebelum dan sesudah memegang makanan

  • Cucilah semua peralatan dapur dengan bersih setelah memasak daging mentah

  • Bagi yang memelihara kucing, hendaknya tetap menjaga kesehatan hewan ini, dan gunakan sarung tangan saat membersihkan tempat kotorannya

  • Hindari memelihara kucing liar, karena rentan terinfeksi parasit T. gondii

  • Tutuplah bak pasir tempat bermain anak-anak agar tidak digunakan kucing untuk membuang kotoran

  • Note: Perempuan hamil yang terinfeksi toksoplasma dapat memaparkan janinnya. Segera lakukan pengobatan untuk mengurangi kemungkinan menginfeksi janin. Donor organ dan darah yang terinfeksi toksoplasma juga dapat memaparkan parasit kepada penerima donor. Karenanya, pastikanlah status kesehatan diri bagi siapapun selama menjalani kehamilan atau bila ingin memberi atau menerima organ donor

 

How to handle?

Kebanyakan orang yang terinfeksi Toxoplasmosis stadium ringan tidak membutuhkan pengobatan. Lainnya mungkin memerlukan obat resep seperti antibiotik atau antibiotik parasit sulfadiazin dan pirimetamin selama 4-6 minggu atau lebih. Obat-obatan tersebut dapat memberikan efek samping meningkatnya sensitivitas cahaya meningkat, perdarahan, atau memar. Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mengawasi efek samping lainnya. Untuk mengurangi demam, gunakan Paracetamol. Tidak ada diet tertentu untuk pasien toxoplasmosis namun pasien membutuhkan minum air dalam jumlah yang banyak.

Penanganan medis berupa pemberian obat dibutuhkan untuk mengobati penderita Toksoplasmosis akut. Obat yang dapat diresepkan dokter untuk kasus ini, antara lain adalah pyrimethamine dan sulfadiazine. Sedangkan pada penderita toxoplasmosis dengan infeksi mata, dapat ditambahkan obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan.

Secara umum, Toxoplasmosis dapat diobati secara medis. Ada beberapa obat kombinasi untuk mengobati infeksi oleh parasit ini. Meski begitu, keadaan individu masing-masing pasien menentukan optimalnya kombinasi obat, dosis dan durasi. Misalnya, pasien yang hamil atau berstatus positif HIV memerlukan pertimbangan dan perlakuan khusus. Cara terbaik untuk menentukan perawatan medis individual ditentukan oleh situasi kesehatan pasien dan konsultasi dengan dokter ahli.

Pasien immunocompromised, terutama pasien HIV, memerlukan pengobatan  seumur hidup dan evaluasi lanjutan. Orang-orang yang diketahui telah memiliki Toxoplasmosis di masa lalu dan telah menjadi immunocompromised (misalnya, ODHA, pasien kanker atau kemoterapi) perlu menginformasikan ke tenaga kesehatan tentang infeksi yang dialaminya. Orang-orang ini memerlukan tindak lanjut dengan terapi antitoxoplasma.

Oleh: NQ