Mengapa Kamu Sebaiknya Melakukan Test HIV

Pada Juni 2019 kemarin, seperti yang diberitakan situs Greater Than AIDS, merupakan hari Test HIV Nasional di Amerika Serikat (AS). Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak kemajuan dalam pencegahan dan pengobatan HIV; bahkan sekarang ada pil yang dapat melindungi orang dari terinfeksi HIV yang dikenal sebagai PrEP. Dan, bagi orang yang hidup dengan HIV (ODHIV), terapi antiretroviral (ARV) bekerja untuk dengan menurunkan jumlah virus ke tingkat yang sangat rendah, bahkan tidak terdeteksi. Tetapi, itu semua bermula dari TEST HIV!

Kamu tahu nggak, salah satu alasan beberapa orang mengatakan bahwa mereka belum melakukan tes HIV adalah karena mereka merasa bahwa mereka tidak akan terinfeksi HIV alias tidak beresiko. Akibatnya fatal, diperkirakan satu dari tujuh ODHIV bahkan tidak menyadari bahwa telah terinfeksi HIV. Padahal, test HIV sebaiknya harus menjadi bagian dari cek kesehatan yang dilakukan secara rutin. Simak bagaimana tiga orang muda, Gio, Raven dan Josh, berbicara mengenai pengalaman mereka melakukan tes HIV secara rutin.

Untuk Gio, menjalani test HIV secara teratur erat kaitannya dengan rasa aman dan ketenangan pikiran. Test juga membantu menghilangkan beberapa stigma seputar HIV. “Stigma berasal dari orang yang merasa tidak nyaman untuk pergi dan melakukan test HIV, dan jika mereka merasa tidak nyaman, mereka tidak akan pernah test, dan mereka tidak akan pernah tahu,” jelas Gio. Salah satu alasan mengapa Gio rutin melakukan test HIV, adalah karena ia sadar betapa ‘mudahnya’ seseorang bisa terinfeksi HIV.

Sementara Raven, yang sedang mengandung, ingin menjadi orang tua yang terbaik bagi calon anaknya. Dan itu dimulai dengan test HIV. "Saya harus terlebih dahulu memastikan bahwa tubuh saya sehat sehingga bayi saya bisa sehat." Raven selalu menjadwalkan test HIV dalam rutinitas perawatan kesehatan regulernya. Ini karena, HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan, kelahiran, dan melalui menyusui - walaupun risiko ini hampir dapat dihilangkan dengan pengobatan HIV. Ya, ARV tidak hanya menjaga ibu hamil dengan HIV yang sehat, tetapi juga sangat efektif dalam mencegah HIV dari ibu ke anak.

Sementara Josh yang pertama kali melakukan test HIV sewaktu duduk di bangku kuliah, rutin mengkonsumsi PrEP---selain kondom--- untuk mencegah HIV, selain rutin melakukan test HIV. “Saya rutin melaukan test HIV setiap tiga bulan, dan melakukan sesi konseling untuk melihat bagaimana obat PrEP bereaksi terhadap tubuh saya.” Bagi Josh, menggunakan PrEP dan melakukan test secara teratur membuatnya merasa berdaya. "Saya senang saya menggunakan PrEP. Saya pikir itu membantu saya saat melakukan test HIV di mana saya tidak merasa takut,” pungkasnya.

 

Test HIV sekarang lebih mudah dengan sistem pemesanan tempat secara online melalui myupdatestat.us/testJKT atau klik link di bio Instagram @testJKT.

 

FUN. LOVE. TEST. REPEAT.