Stigma HIV dan Menjadi Jomblo

Jaman sekarang gampang banget menemukan teman kencan, tinggal ambil hapemu dan klik aplikasi kencan semacam Tinder atau Grindr, asyiaaappp tinggal pilih deh cowok atau cewek mana yang kamu suka! Yes, teknologi khususnya aplikasi kencan telah merevolusi cara kita dalam hal mendapatkan pasangan kencan---termasuk memberi ruang untuk saling terhubung. Namun, bagaimana dengan orang yang hidup dengan HIV alias ODHIV? Ternyata tidak semudah itu beb!

Sebuah survei yang dilakukan oleh Terrence Higgins Trust asal Inggris, seperti yang dimuat di surat kabar Metro, menemukan bahwa lebih dari sepertiga orang Inggris akan menggerakkan jempolnya ke kiri alias menolak ODHIV meski mereka telah menjalani pengobatan yang efektif. Sepertiga lainnya mengaku bingung dan hanya 30% yang secara tegas menyatakan bahwa mereka akan memberi kesempatan. Yang lebih mengejutkan, 75% orang tidak dapat menentukan apakah mereka akan merasa nyaman mencium seseorang ODHIV, meskipun sama sekali tidak ada bukti bahwa HIV ditularkan melalui ciuman.

Guys, temuan ini seharusnya membuat kita sadar bahwa stigma seputar HIV masih kental bahkan di negara maju seperti Inggris. Ini artinya edukasi tentang HIV masih sangat kurang, padahal survey tersebut dilakukan pada tahun 2018! Dan, banyak pengguna aplikasi kencan merupakan kaum milenial yang seharusnya lebih mudah mendapatkan akses informasi termasuk HIV dan AIDS.

Saat ini ODHIV yang disiplin mengonsumsi obat Antiretoviral (ARV), sulit untuk menularkan HIV karena ARV menekan jumlah virus ke tingkat bawah sehingga tidak akan menimbulkan risiko bagi orang lain. Namun, lebih dari 50% orang yang disurvei oleh Terrence Higgins Trust justru mengatakan bahwa ini tidak benar. What the heck???!

FYI nih ya guys, HIV tidak dapat ditularkan dengan: mencium, berpelukan, berjabat tangan, berbagi ruang dengan seseorang, berbagi toilet, berbagi barang-barang rumah tangga seperti gelas, piring, alat makan, atau seprai tempat tidur dan kontak sosial umum lainnya.

Terrence Higgins Trust juga mengadakan penelitian pada 2016, yang melibatkan 58.000 kejadian seks tanpa kondom antara ODHIV dengan non-ODHIV. Hasilnya, pasangan HIV positif yang dalam pengobatan ARV, tidak menularkan HIV. Ini telah menjadi salah satu temuan ilmiah paling penting dalam HIV selama membuka kesempatan bagi ODHIV untuk berpasangan dengan non-ODHIV tanpa dihalangi oleh virus.

Kita memang perlu bekerja keras untuk menyampaikan pesan ini kepada non-ODHIV untuk menghilangkan prasangka dan stigmatisasi terhadap ODHIV. Temuan medis tentang pengobatan HIV dan AIDS telah mengalami kemajuan yang luar biasa, namun pengetahuan tentang HIV belum mengikuti kemajuan itu dan ini tercermin oleh apa yang kita alami pada aplikasi kencan. Such a shame, isn’t it?