Top, Bottom dan Versatile, Mana yang Berisiko Terinfeksi HIV?

 

Sobat, dalam relaksi seksual antara lelaki dengan lelaki (LSL) khususnya penetrasi seksual, terdapat berbagai peranan yaitu top, yakni lelaki yang memasukkan penis ke dalam anus pasangannya; bottom, lelaki yang menerima anus pasangan ke dalam anusnya; dan verstaile, bisa berperan sebagai top maupun bottom.

Risiko top

Beberapa lelaki berpikir bahwa mereka tidak dapat terinfeksi HIV dengan berperan sebagai top. Sementara meski topping lebih rendah risikonya daripada bottoming, tetap saja top berisiko terkena HIV dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti gonore dan sifilis.

Seorang top dengan status HIV negatif, dapat terinfeksi HIV dari pasangan bottom dengan status HIV positif, melalui sel-sel di lapisan anus bagian bawah melalui kepala penis, atau sel-sel sensitif di kulup. Yeap, seorang top berada pada risiko yang lebih besar jika pasangan bot-nya positif HIV dan tidak dalam pengobatan (mungkin karena dia tidak mengetahui status HIV-nya), dalam hal ini dia mungkin memiliki viral load yang sangat tinggi, membuatnya lebih mungkin untuk menularkan HIV. Selain itu, terpapar IMS juga dapat membuat top dan bot lebih mungkin tertular atau menularkan HIV.

Selain itu, top dengan status HIV positif, berisiko menularkan HIV jika mereka tidak sedang dalam pengobatan atau memiliki IMS lainnya. Yeap, baik top dengan HIV atau tidak, harus mewaspadai gonore, sifilis, dan IMS lainnya.

Risiko bottom

Tahukah sobat bahwa bottoming adalah aktivitas berisiko yang lebih tinggi dibandingkan topping, ini karena sel-sel sensitif di pantat mudah robek dan sangat rentan terhadap virus HIV dan IMS lainnya.

Seorang bottom dengan status HIV negatif berisiko tertular HIV jika mereka berhubungan seks dengan seseorang yang berstatus HIV positif dengan viral load yang terdeteksi. Risiko infeksi meningkat jika Seorang bottom menerima air mani di pantatnya dari pasangan top yang hidup dengan HIV atau memiliki IMS.

Penelitian menunjukkan bahwa lelaki yang tidak tahu bahwa mereka berstatus HIV positif menularkan sebagian besar infeksi HIV baru. Tentu saja, risiko ini dapat dikurangi jika sobat mengetahui status HIV dengan pasangan, ya!

Selain itu cara terbaik untuk mengurangi risiko tertular HIV adalah dengan menggunakan kondom selama seks anal. Jika pasangan sobat berstatus HIV positif, bicarakan dengan dia tentang viral load-nya dan gaya hubungan seks apa yang ingin kalian lakukan untuk terhindari dari HIV.

Risiko versatile

Lelaki yang berperan sebagai versatile, harus memahami risiko yang terkait dengan topping maupun bottoming. Meskipun topping memiliki risiko lebih rendah daripada bottoming, keduanya bisa menempatkan sobat pada risiko HIV dan IMS lainnya.

Jadi, tunggu apalagi, pastikan sobat dan pasangan seksual sobat mengetahui status IMS dan HIV dengan mengunjungi tautan di myupdatestat.us/bookmytest

Sumber : https://checkhimout.ca