Transfusi Darah dan Infeksi HIV

 

Kita pasti pernah bertanya-tanya, bisa nggak sih HIV ditularkan melalui transfusi darah? Bisa saja, jika seorang yang hidup dengan HIV (ODHIB) mendonorkan darah yang tidak dites, maka orang yang menerima produk darah tersebut kemungkinan akan terinfeksi HIV juga.

Jika kamu berpikir untuk menyumbangkan darah tetapi tidak yakin tentang status HIV kamu, maka kamu dapat melakukan tes HIV terlebih dulu sebelum menyumbangkan darah di klinik setempat.

Untuk mencegah terinfeksi HIV atau penyakit lainnya melakui transfusi, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengharuskan semua produk darah, seperti organ atau jaringan, harus diperiksa untuk sejumlah kontaminasi virus atau bakteri sebelum digunakan atau diberikan kepada pasien penerima darah.

Dan selama proses penyaringan, semua produk darah yang mengandung HIV, hepatitis B, hepatitis C, atau sifilis akan dibuang. Ini berarti, penularan HIV melalui transfusi darah sangat jarang terjadi, tetapi sayangnya di beberapa negara miskin yang tidak memiliki peralatan untuk menguji semua darah, hal ini masih terjadi.

Bagaimana kita tahu bahwa transfusi darah atau transplantasi yang kita terima aman?

Jika kamu merasa khawatir, maka itu adalah hak kamu untuk bertanya kepada petugas kesehatan apakah sudah darah yang akan kamu terima sudah dites atau belum.

Dalam prosedur pengambilan darah yang benar makan pendonor darah ditanyai serangkaian pertanyaan standar sesaat sebelum mereka menyumbangkan darah, untuk membantu menentukan apakah mereka dalam keadaan sehat atau apakah mereka berisiko terinfeksi HIV di masa lalu.

Beberapa komunitas secara statistik dianggap lebih berisiko terinfeksi HIV dan tidak memenuhi syarat untuk menyumbangkan produk darah di negara-negara tertentu, baik untuk jangka waktu tertentu atau seumur hidup. Kelompok-kelompok atau komunitas ini termasuk:

- Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL)
- Pekerja seks komersial
- Pengguna NAPZA

Jika kamu termasuk dalam salah satu dari kelompok tersebut ingin menyumbangkan darah, bicarakan dengan petugas kesehatan yang dapat memberi tahu apakah aman dan legal untuk menyumbangkan darah atau tidak.

Kegiatan lain mungkin juga mengharuskan kamu untuk menunda donor darah seperti memiliki tato atau tindik badan atau jika kamu hidup dengan kondisi kesehatan tertentu.

Bisakah kita mendapatkan HIV dari kegiatan donor darah?

Tidak ada kemungkinan terinfeksi HIV dari menyumbangkan darah. Sebab, petugas hanya akan menggunakan jarum baru yang sekali pakai dan steril, yang akan digunakan untuk mengambil darah kamu.

Tapi jika kamu mencurigai bahwa jarum yang digunakan oleh petugas kesehatan bukan barang baru atau steril, mintalah mereka untuk mengganti jarum dan periksa apakah jarum itu keluar dari kemasan yang disegel sebelum kamu setuju untuk memberikan darah.