
Udah tau kan? Kalau orang HIV minum obat teratur, virusnya nggak bakal kedeteksi. Kalau udah nggak kedeteksi, berarti nggak mungkin nularin, bro!
Ketika seseorang dengan HIV minum obat antiretroviral (ARV) secara teratur dan efektif, jumlah virus HIV dalam tubuhnya (yang disebut viral load) akan turun sampai tidak terdeteksi lagi. Orang yang viral loadnya tidak terdeteksi tidak akan bisa menularkan HIV ke orang lain.
Kalau lo kena HIV, yang paling penting adalah minum obat ARV secara teratur. Ini bakal bikin lo tetap sehat dan juga ngelindungin pasangan lo. Kalau lo minum obat ARV setiap hari, viral load HIV di darah lo bisa turun sampai nggak bisa dideteksi lagi dengan tes darah standar. Nah, kalau HIV lo udah “nggak terdeteksi”, lo nggak akan bisa menularkan HIV ke pasangan lo.
Intinya, kalau lo HIV positif, minum obat ARV itu adalah hal paling penting yang bisa lo lakuin buat jaga kesehatan lo dan ngelindungin pasangan lo. Sama kayak tadi, kalau lo minum obat ARV tiap hari, viral load HIV lo bisa turun sampai nggak bisa dideteksi lagi. Dan kalau HIV lo udah “nggak terdeteksi”, lo nggak akan menularkan HIV ke pasangan lo.
Obat ARV bekerja dengan cara menurunkan kadar HIV dalam darah lo sampai nggak bisa dideteksi lagi dengan tes darah standar. Kalau ini terjadi, berarti HIV lo “nggak terdeteksi”. Satu-satunya cara buat bikin HIV lo nggak terdeteksi adalah dengan minum obat secara teratur setiap hari.
Ketika HIV lo “nggak terdeteksi”, lo nggak akan menularkan HIV lewat hubungan seks. Tapi, kalau lo make narkoba suntik, jangan pernah pake jarum atau alat suntik yang sama dengan orang lain. Meskipun HIV lo “nggak terdeteksi”, lo masih bisa menularkan HIV kalau lo pake jarum suntik yang sama dengan orang lain.
Dengan patuh minum obat ARV, lo bisa nurunin kadar HIV lo sampai nggak bisa dideteksi lagi di tes standar. Sebelum HIV lo nggak terdeteksi, lo harus selalu pake kondom setiap kali berhubungan seks. Kalau lo punya hubungan yang serius dan pasangan lo negatif HIV, lo mungkin perlu ngobrolin tentang PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis). PrEP adalah obat yang bisa diminum sama orang yang nggak HIV buat nurunin risiko tertular HIV.
HIV itu diobatin pakai kombinasi beberapa obat yang namanya terapi antiretroviral (ART). ART ini bukan buat nyembuhin total, tapi bisa banget buat ngendaliin virusnya di dalam tubuh. Jadi, lo bisa hidup lebih lama, sehat, dan normal. Plus, ART juga bisa nurunin risiko penularan HIV ke orang lain.
ART (Anti-Retroviral Therapy) itu kayak minum obat HIV beberapa biji sekaligus tiap hari buat ngehambat virusnya nyebar di badan lo. Kalau lo minum ART, meskipun lo masih ada HIV, jumlah virusnya di badan lo bakal sedikit (atau bahkan turun lama-lama) dan badan lo bakal kuat buat ngelawan penyakit.
ART emang bisa nurunin risiko penularan HIV ke pasangan lo, tapi bukan berarti nggak mungkin ya. Selain itu, ART juga nggak bisa ngelindungin lo dari infeksi HIV jenis lain atau infeksi menular seksual (IMS) lainnya, kayak sifilis, gonore, atau klamidia. Nah, IMS ini bisa bikin pengobatan lo jadi lebih ribet. Meskipun lo udah minum ART, lo tetep harus pakai cara pencegahan lain, kayak kondom dan lubrikan yang berbahan dasar air, serta rutin cek kesehatan seksual.
Obat buat HIV tuh banyak jenisnya. Nah, kombinasi obat yang cocok buat lo bisa beda sama kombinasi obat buat orang lain. Jadi, lo harus konsultasi ke dokter buat tahu pengobatan apa yang paling pas buat kondisi lo.
Banyak yang khawatir soal efek samping dari pengobatan ART. Dulu, beberapa jenis obat HIV emang bisa bikin efek samping yang parah. Tapi sekarang, efek sampingnya udah nggak seberat dulu kok. Biasanya sih muncul pas awal-awal pengobatan dan ilang sendiri dalam beberapa hari atau bulan. Efek samping yang sering muncul tuh kayak:
Nah, kalau lo ngalamin efek samping, jangan langsung berhenti minum obat ya! Langsung aja konsultasi ke dokter. Mungkin lo perlu ganti kombinasi obat yang lain.
Makin cepet lo mulai pengobatan pas kena HIV, makin bagus juga kesehatan lo ke depannya. Pengobatan juga berarti lo ngurangin risiko penularan HIV ke pasangan lo. Kementerian Kesehatan Indonesia aja nyaranin buat ODHIV (Orang dengan HIV) langsung mulai pengobatan, nggak peduli udah berapa lama lo kena atau stadium HIV lo udah sejauh mana.
Kalau lo udah pakai obat ART, yang penting itu lo harus minum obatnya tiap hari, di jam yang sama, dan sesuai sama yang diresepin dokter. ART itu dirancang buat mencegah virus HIV berkembang biak di badan lo. Nah, kalau lo sering lupa minum obat, virusnya bisa mulai berkembang biak lagi dan lo bisa jadi kebal sama obatnya. Artinya, obat yang lo minum udah nggak bisa lagi nghentiin virusnya berkembang biak. Kalau udah gini, lo harus ganti obat yang lain.
ART dapat loe akses di puskesmas kecamatan, atau tempat loe ngelakuin tes HIV.
Klinik VCT atau CST di puskesmas biasanya nggak buka tiap hari, jadi sebaiknya lo hubungi dulu fasilitas kesehatannya sebelum dateng.
Lo bisa cek daftar klinik VCT di seluruh DKI Jakarta di sini:
https://reservasi.beranibersama.org/?cam=1440003
Buat orang asing yang mau berobat HIV di Indonesia, sebaiknya cek dulu ketersediaan asuransi yang bisa dibeli di rumah sakit pemerintah setempat.
Kalau lo punya uang dan mau bayar sendiri, pengobatan HIV di Indonesia juga tersedia kok di klinik dan rumah sakit swasta.
Intinya, akses pengobatan HIV di Indonesia cukup mudah dan terjangkau, baik untuk warga negara Indonesia maupun orang asing. Ada berbagai pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
ART itu masih disubsidi penuh oleh pemerintah Indonesia, jadi masih gratis buat warga Indonesia.
Kalau lo milih berobat di klinik atau rumah sakit swasta, biaya ART berbeda-beda tergantung kliniknya, bisa jadi 500 ribu per botol per bulan.
ART itu pengobatan seumur hidup, jadi pas milih cara pengobatan, penting banget buat mikirin gimana cara bayarnya dalam jangka panjang.
Banyak banget narkoba ilegal di luar sana, dan kita nggak tau pasti apakah satu jenis narkoba atau kombinasi beberapa jenis bisa bikin pengobatan HIV lo kurang efektif.
Makanya, penting banget buat ngobrol sama dokter soal penggunaan narkoba lo. Kalau lo ngobrol sama dokter dari klinik partner kita, kita jamin lo nggak akan kena masalah kalau lo cerita soal riwayat penggunaan narkoba lo.
edit profile
add clip
add article
add clinic